Postingan

Angkat Senjata Bela Republik Indonesia, Warga Tionghoa Tak Tertulis di Buku Sejarah

Gambar
Jakarta - Kiprah para warga Tionghoa mengangkat senjata saat perang kemerdekaan Indonesia adalah nyata. Sayangnya, kisah mereka tak pernah tertulis dalam buku-buku sejarah di sekolah. Absennya kiprah para pejuang Tionghoa dalam buku sejarah di sekolah ini memunculkan anggapan bahwa masyarakat dari etnis Tionghoa cuma berpangku tangan dan menjadi penonton pada era revolusi fisik. Sekretaris Jenderal Legiun Veteran Republik Indonesia Marsekal Muda (Purnawirawan) FX Soejitno mengungkapkan, kiprah masyarakat etnis Tionghoa dalam ketentaraan di Indonesia sejatinya sudah ada sebelum perang kemerdekaan dan selama perjuangan merebut kemerdekaan. Sebelum Indonesia merdeka, terutama pada masa pemerintahan kolonial Belanda, banyak warga keturunan Tionghoa yang bahu-membahu bersama pejuang Indonesia melawan penjajah.

Empat Karya Sastra Cina yang Paling Terkenal dalam Sejarah

Gambar
Empat Karya Sastra Termasyhur adalah: ”Kisah Tiga Negara” (karya Luo Guanzhong, jaman Dinasti Ming) ”Batas Air” (karya Shi Nai-an, jaman Dinasti Ming) ”Perjalanan ke Barat” (karya Wu Cheng-en, jaman Dinasti Ming) ”Jin Ping Mei” (karya Lanlin Xiaoxiaosheng, jaman Dinasti Qing) Namun kalangan pengamat sastra Tionghoa di Jepang mengemukakan versi lain bahwa Impian Paviliun Merah dari zaman Dinasti Qing jauh melebihi pamor Jin Ping Mei. Untuk ini di kemudian hari ada istilah Empat Tulisan Termasyhur (…) yang menggantikan Jin Ping Mei dengan Impian Paviliun Merah.

Masa Tiga Kerajaan (Sanguo / Samkok) [三国]

Gambar
Masa Tiga Kerajaan (Masa San Guo) atau lebih dikenal dengan istilah Samkok merupakan salah satu masa yang cukup terkenal dalam perjalanan sejarah China. Masa Tiga Kerajaan yang dimaksud adalah Masa terbaginya daratan China menjadi Tiga Kerajaan atau 3 Negara yaitu Kerajaan Shu, Kerajaan Wei dan Kerajaan Wu. Masa Tiga kerajaan tersebut terjadi Setelah Perang Chi Bi [赤壁之战] pada tahun 208 sampai Dinasti Jin kembali mempersatukan daratan China pada tahun 280. Marga Cao [曹氏] sebagai Raja Negara Wei [魏国], Marga Liu [刘氏] sebagai Raja Negara Shu [蜀国] dan Marga Sun [孙氏] sebagai Raja Negara Wu [吴国].

Sejarah Dinasti Qing [清朝]

Gambar
Dinasti Qing (Tahun 1616 ~ 1911) adalah Dinasti Kerajaan terakhir dalam sejarah China dan juga merupakan Dinasti Kerajaan kedua yang didirikan oleh suku Minoritas. Dinasti Qing didirikan oleh suku minoritas Manchu [满族], oleh karena itu Dinasti Qing sering disebut juga Dinasti Manchu. Setelah Dinasti Qing, China memasuki era baru dengan sistem Pemerintahan Republik. Suku Nu Zhen[女真族] merupakan pendahulunya Suku Manchu adalah suku minoritas yang bertempat tinggal di daerah Hei Long Jiang China dengan mata pencaharian sebagai peternak dan pemburu hewan. Pada masa akhir-akhirnya Dinasti Ming sekitar tahun 1616, Suku Nu Zhen yang dipimpin oleh Ai Xin Jue Luo – Nu Er Ha Chi [爱新觉罗·努尔哈赤] mendirikan Kerajaan yang bernama “Hou Jin [后金]” dan menyatakan kemerdekaannya dari pemerintahaan Dinasti Ming. Meskipun Dinasti Ming berkali-kali melakukan penyerangan terhadap Kerajaan Jin (Hou Jin), tetapi tidak pernah berhasil.